ads

Inikah Yang Anda Cari ??

Atau anda tertarik dengan Yang Ini !!

ads new !!

Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rasulullah SAW dan Seorang Arab Badui


Di waktu Rasulullah SAW. sedang bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir:
'Ya Karim! Ya Karim!' Rasulullah s.a.w menirunya membaca, 'Ya Karim! Ya Karim!' Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: 'Ya Karim! Ya Karim!' Rasulullah SAW yang berada dibelakangnya mengikuti zikirnya 'Ya Karim! Ya Karim!' Merasa seperti di olok-olokan, orang itu menoleh kebelakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: 'Wahai orang gagah! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokan ku, karena aku ini adalah orang Arab badui? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.' Mendengar bicara orang badui itu, Rasulullah SAWtersenyum, lalu bertanya: 'Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?'

'Belum,' jawab orang itu. 'Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?' orang arab badui itu menjawab, 'Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan saya membenarkan putusannya sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,'. Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!' Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.'Tuan ini Nabi Muhammad?!'. 'Ya,' jawab Nabi SAW Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki RasulullahSAW Melihat hal itu, Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab! Janganlah berbuat serupa itu.Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya.Ketahuilah, ALLAH mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita peringatan bagi yang mengingkarinya.' Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: 'Ya Muhammad! Rabb As-Salam (puncak keselamatan) menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: Katakanlah kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih ALLAH. Ketahuilah bahwa ALLAH akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!'. Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata: 'Demi keagungan serta kemulian ALLAH, jika ALLAH akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNYA!' kata orang Arab badui itu. 'Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan ALLAH?' Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika ALLAH akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahNYA,' jawab orang itu. 'Jika DIA memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan mem perhitungkan betapa keluasan pengampunanNYA. Jika DIA memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawananNYA!'. Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu, air mata beliau meleleh membasahi janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril AS turun lagi seraya berkata: 'Ya Muhammad! Rabb As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sungguh karena tangismu, penjaga Arsy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. katakan kepada temanmu itu, bahwa ALLAH tak akan menghisab dirinya, juga tak akan memperhitungkan kemaksiatannya. ALLAH sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di surga nanti!' Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita tersebut. Ia lalu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Rasulullah SAW dan uang 8 dirham


Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut. Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru.

Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya. Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah. Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka karena Allah." Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. Beliau sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian."
Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. "Bahwanya Allah menolong hanba-Nya, selama ia menolong saudaranya."

orang miskin masuk surga duluan (tergantung pahala juga sih, :D )

⇋ Orang Miskin Banyak Menghuni Surga ⇌

Assalaamu'alaykum warrohmatullahi wabarokatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Orang miskin diremehkan orang. Itu yang banyak terjadi di dunia. Tetapi yang selalu luput dari pikiran banyak orang, bahwa orang miskin yang sering dipandang sebelah mata, bahkan sebagian orang menjulukinya sebagai gembel yang merusak pemandangan, serta menduduki urutan terbawah dalam strata sosial masyarakat, ternyata mereka di hadapan Allah SWT adalah orang-orang yang mulia yang masuk surga lebih dulu dari pada orang-orang kaya.

Tetapi tidak semua orang miskin mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT. Sebab yang dimaksudkan orang miskin yang mulia dihadapan Allah SWT disini adalah orang miskin yang beriman, Sabar dan mematuhi segala perintah dan larangan Allah SWT. Bukan sekedar asal miskin, sebab banyak orang miskin yang menjadi penjahat, ahli makshiyat dan tidak beriman. Orang miskin seperti ini tidak termasuk golongan mereka yang masuk surga lebih dahulu. Bisa jadi orang miskin yang tidak beriman ini akan ditancapkan lebih dahulu dalam neraka.

Banyaknya orang miskin yang masuk surga ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : "Surga diperlihatkan kepadaku, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Neraka juga diperlihatkan kepadaku, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita".

Usamah meriwayatkan dari Nabi SAW, bahwa beliau pernah bersabda : "Aku berdiri di pintu surga, maka kebanyakan yang masuk surga adalah orang-orang miskin sedangkan orang-orang kaya masih tertahan. Selain penghuni neraka, mereka telah diperintahkan masuk neraka. Dan aku berdiri di pintu neraka, maka kebanyakan yang masuk ke neraka adalah kaum wanita".

Rasulullah SAW bersabda : "Aku berdiri di pintu surga, kebanyakan yang masuk surga adalah kaum miskin, ketika orang-orang kaya masih tertahan (untuk di hisab amalnya), kecuali ahli neraka, mereka diperintahkan (langsung) masuk neraka, maka aku berdiri di pintu neraka. Kebanyakan yang masuk neraka adalah kaum wanita".

Berapa lama jarak antara orang-orang miskin yang masuk surga lebih dulu dengan orang-orang kaya ?. Ternyata jaraknya cukup lama, yaitu 500 tahun. Suatu masa yang sangat lama, penghuni surga sudah menikmati aneka hidangan yang lezat-lezat, dan berkumpul dengan bidadari dalam satu selimut, sementara orang-orang kaya masih berdiri di padang Mahsyar untuk dihisab amalnya.

Selisih jarak yang cukup lama antara orang miskin dan orang kaya yang masuk surga ini telah diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : "Sesungguhnya orang-orang fakir kaum Muhajirin masuk surga sebelum orang kaya. Mereka masuk kira-kira selisih waktu 500 tahun".

Abi Sa'I'd meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda : "Orang-orang fakir yang mukmin hendaknya bergembira dengan kebahagiaan (masuk surga) pada hari kiamat sebelum orang-orang kaya dengan perkiraan (jarak waktu) 500 tahun, kaum fakir sudah merasakan kenikmatan dalam surga, sedangkan mereka yang kaya masih dihisab".

Ibnu Umar r.a. Berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Wahai orang-orang fakir apakah aku tidak memberi khabar gembira padamu, sesungguhnya orang-orang mukmin yang fakir akan masuk surga sebelum orang-orang mukmin yang kaya dengan jarak setengah hari akhirat, yaitu 500 tahun.

Abu Sa'id berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Hendaknya orang-orang mukmin yang fakir bergembira bahwa mereka akan memperoleh kebahagiaan di hari kiamat sebelum orang-orang yang kaya dengan jarak 500 tahun. Mereka (orang-orang fakir) merasakan beberapa kenikmatan di surga sedang orang-orang kaya masih dihisab".

Ada pula hadits yang mengatakan selisihnya 40 kali musim rontok, sebagaimana hadits yang diriwiyatkan oleh Ibnu Amer r.a.
Bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Orang fakir kaum Muhajirin akan mendahului orang-orang kaya masuk surga pada hari kiamat nanti dengan jarak waktu 40 kali musim rontok".

Demikianlah selisih waktu yang cukup lama antara orang-orang miskin dan orang-orang kaya ketika memasuki surga. Orang-orang kaya mengalami hisab yang panjang karena mereka akan ditanyai tentang asal-usul harta bendanya, dipergunakan untuk apa..?, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan harta benda, amaliyahnya, usianya dan lain sebagainya. Sedangkan orang miskin yang beriman, hisabnya tidak serumit yang dialami oleh orang kaya, karena mereka tidak memiliki harta benda yang banyak.

Segala puji bagi ALLAH. Hanya kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan, meminta ampunan dan bertaubat. Kita berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. 

Barangsiapa yang ditunjuki Allah SWT maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya maka tiada yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang haq selain Allah SWT saja, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah SWT melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, kepada keluarga dan para sahabatnya serta siapa pun yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian.

BarakAllahu fiikum Walhamdulillah aamiin Yaa Robbal' alaamiin ..

Jazzakumullahu khayran katsiron ..